Jumat, 13 Maret 2009

Surat Untuk Bunda

Selamat malam bunda,

dikeheningan
dikesendirian
dikesunyian
dan
dikegelapan ini, ijinkan mei untuk membacakan surat Mei untuk bunda.

30 menit dari sekarang, Bunda akan genap berusia 47 tahun.
Bertambah lagi sebuah lilin yang akan bunda tiup.
Bunda, tak banyak kata yang dapat mei lukiskan untuk bunda.
Melambai semua kenangan di masa kecil saat bunda masih menjadi penjaga pribadiku.
Saat semua waktu bunda habis terkuras hanya dengan mei.
Dan kini,
Terekam nian semua tingkah mei yang pantas disungguhkan kepada bunda.
Saat semua waktu bunda habis dibuang untuk menangisi mei.

Kini,
Senyuman ceria
Tawa bahagia
Senang bangga
Mei usahakan agar semuanya menjadi milik bunda.

Tiada lagi,
Tangisan air mata yang terdengar
Emosi marah kesal yang selalu terngiang di hati bunda

Tuhan Yesus Kristus
Ampunilah segala dosa yang diperbuat oleh bunda yang ia sengaja atau tidak sengaja.
Jangan kau cabut nyawanya sebelum bunda merasa puas berbahagia di dunia ini.
Jangan kau persulit jalan nya untuk mencapai apa yang menjadi impiannya.
Kasih nya tulus.
Lembut walau terkadang tak terasa lembutnya.

Dan bila suatu hari kelak, Engkau harus menghilangkan sekejap waktunya dari dunia ini, Ya Tuhan, hilangkanlah waktu kehidupan yang mei miliki ini.
Jangan kau ambil bunda sebelum engkau mengambil mei.
Panjangkanlah umurnya Ya Tuhan.
Biarkan dunia ini menjadi segar karena adanya sosok bunda.
Karena mei tidak bisa hidup tanpa bunda.

Bunda, mei sayang bunda ... muachh ...
Selamat ulang tahun Bunda ...

- meiliwati -

untuk mami mei ,,, hahaha ....

2 komentar:

  1. Bunda memang hebat, ya !! Sayangnya kita sebagai anak sering terlambatmenyadarinya. Tapi tak apa, karena disadari atau tidak tak akan mengubah eksistensi seorang Bunda. Bersyukur saja kamu nggak dibuang sama Bundamu !!!He-he-he..

    BalasHapus
  2. Hahahaha ,,, mana mungkin ngebuang seorang anak seperti mei ?? wakakak ... Rugi kali buang anak seperti mei ,, hahahha ... Thanx pak ... wakakak ...

    BalasHapus