Hari ini, saya mengambil raport mid yang berisikan nilai selama try out 1 dan 2 yang telah saya lalui. Ayah saya dan saya datang berdua ke sekolah untuk mengambil raport itu. Harus saya akui bahwa nilai yang saya peroleh di try out 1 dan 2 sangatlah parah. Hati yang deg-degan menemani setiap langkah kaki saya untuk sampai ke ruangan tempat saya dan ayah saya mengambil raport.
Sedikit cerita, tadi sewaktu di perjalanan, ayah saya menanyakan kepada saya, "Raportnya banyak merah gx nih?" Dengan nada yang agak luntur emosi.
"Banyak Pa, maaf ya. Mei memang gx b'lajar." Jawabku dengan mimik yang siap untuk dimarahi.
Sewaktu tiba saat untuk mengambil raport...
Astaga..
Ayah ku tidaklah marah, tidak ada satu kata kotor atau hina pun yang keluar dari bibir tebalnya. "Nilai try out 2 nya udah naik tuh, tinggiin lagi dikit. Masa mepet begitu? Jangan kayak try out 1, ada nilai 2 3 nya! " Kalimat pertama yang ia sampaikan kepadaku. "Waow!!" Teriak ku dalam hati. Ayahku tidak marah, padahal biasanya ia selalu memiliki ledakan tersendiri.
Tiada lain kalimat yang dapat kuucapkan untuk ayahku selain ucapan "Makasi Babe, kau bisa menjadi teman disaat aku sedang genting."
Dan ternyata kemarahan bukanlah jawaban dari setiap masalah yang ada. Hehehe...
Apakah babe anda pernah begitu?? wakaka...
Jumat, 03 April 2009
Malu Sama Kucing
Waktu hari Minggu sekitar semiggu yang lalu, saya menemani tante saya untuk membeli suatu barang di rumah yang memang berada di gang kecil kawasan Kartini - (Jak-Pus). Sewaktu melewati gang demi gang, tanpa sengaja pandangan mata saya tertuju ke sudut lorong gang itu. Terlihat dengan jelas ada seorang wanita seperti 'gembel' sedang tertawa terpingkal-pingkal dan melakukan hal yang sedikit tabu. Ia menggaruk-garuk ketiaknya dan terlihat juga dengan jelas adanya sebungkus nasi terbuka di depannya. Lalu tanpa berpikir panjang, si wanita tersebut berbicara dengan kucing itu. Dan tangan yang ia gunakan untuk menggaruk ketiak itu ia gunakan juga untuk menyuapi kucing tersebut. Dan kucing tersebut makan dengan santainya.
Astaga, wanita itu adalah wanita yang dapat dikatakan kurang ini dan itu. Tapi ia rela berbagi dengan kucing jalanan. Sedangkan saya dan anda semua, seringkali jika sedang makan dan ada kucing yang mendekat, tindakan apakah yang kita lakukan? Bukankah kita ingin sesegera mungkin mengusir kucing itu jauh-jauh dari kita yang sedang menikmati makanan itu?
Malu sama kucing !!! hehehe...
Astaga, wanita itu adalah wanita yang dapat dikatakan kurang ini dan itu. Tapi ia rela berbagi dengan kucing jalanan. Sedangkan saya dan anda semua, seringkali jika sedang makan dan ada kucing yang mendekat, tindakan apakah yang kita lakukan? Bukankah kita ingin sesegera mungkin mengusir kucing itu jauh-jauh dari kita yang sedang menikmati makanan itu?
Malu sama kucing !!! hehehe...
Langganan:
Postingan (Atom)