Tirai kabut perentang cinta
Robek sudah terpanah laut biru
Langitku dan langitmu tiada menyatu
Kau tersenyum dalam semua kesedihan
Aku bercumbu dalam pahitnya perpisahan
Jiwa ini seakan menggelora dendam jalang
Di sepi yang panjang ku melamun dalam kebodohan
Teringat kenangan silam membuat bahagia diri
Sandaran luka terdiam dalam bahasa manusia tertawa
Celah hati mendesah kerinduan paradigma jiwa
Arti segenggam cinta ngelana di rimba sepi
Mendetak senada menangis
Kecewa aku
Memangsa hati dalam cakar dirinya
Teringat aku akan seretan hatiku
Pada atap lautan pun ku enggan berbagi
Saat berpelukan erat
Di bibir kekasih ku coba berbagi
Tak lagi sekarang
Sendiri seakan di taring serigala
I LOVE U
Dari aku
yang menganggap cinta itu tulus dan suci..
... meiliwati ...
Jumat, 13 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Andai langit kita bisa bersatu, ya....ha...ha...ha !!!!
BalasHapusoh,, langitku n langitmu tiada bersatu,, karena langit hanya milikku seorang,, wkwkwk.. boong deng... hehehe..
BalasHapus